Jump to content


Photo
- - - - -

Indonesian chinese(Indonesian/malay language)


  • Please log in to reply
34 replies to this topic

#16 yao_sugara

yao_sugara

    Provincial Governor (Cishi 刺史)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 32 posts
  • Gender:Male
  • Location:Indonesia - Jakarta
  • Main Interest in CHF:
    Chinese Philosophy
  • Specialisation / Expertise:
    none

Posted 20 September 2007 - 02:28 AM

Persoalan diskriminasi, rasanya sulit sekali dihilangkan dari muka bumi ini.
Yang terpenting adalah kesadaran nasionalisme.
Setiap individu mau tidak mau, suka tidak suka, biasanya lebih menyatu dengan tanah kelahirannya.
Terjadinya pembauran lebih disebabkan oleh tingkat ekonomi dan pendidikan.
Tidak terjadinya pembauran lebih disebabkan oleh fanatisme agama.

#17 Hang Li Po

Hang Li Po

    State Undersecretary (Shangshu Lang 尚书郎)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 673 posts
  • Gender:Female
  • Location:Cheras, Kuala Lumpur (Malaysia)
  • Languages spoken:Bahasa Melayu, English
  • Ethnic Groups or Race:Malaysian
  • Main Interest in CHF:
    Asian History
  • Specialisation / Expertise:
    Malai Ren, Malai Yun, Mo-lo-yu, Molo-yoou, Mali-yu-eul, Ma-lo-yu, Mo Lou Yu, Mo Lo Yu, Mo Lou Y, Mo Lou Yuu, Ma Li Yi Er, Ma La Yu, Wu Lai Yu & Wu Lai Yu, Malaysian History, Islamic History, Chinese Muslim History, Japanese Muslim History

Posted 05 November 2007 - 10:57 PM

Indonesia Harus Memperkuatkan Ekonomi dan Menghapuskan Rasuah baru dapat menyelesaikan semua masalah di Indonesia
TOO PHAT feat YASIN - ALHAMDULILLAH (ENGLISH VERSION)


#18 memeo

memeo

    Executive State Secretary (Shangshu Puye 尚书仆射)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 761 posts
  • Gender:Male
  • Location:Singapore
  • Interests:History of three kingdoms, Anime, Manga, Games
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History

Posted 06 November 2007 - 11:02 PM

Belum lagi di mana lagu "rasa sayange" di-claim sebagai lagu Malay... i dunno what's really happen.. tetapi masalah di indonesia sudah cukup banyak.. apakah tahun depan pada saat bulan2 awal, terjadi banjir besar lagi... semoga tidak
I wonder.... :-?

#19 李正龍

李正龍

    Grand Guardian (Taibao 太保)

  • Strategist (EP)
  • 262 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda
  • Languages spoken:English, (little) Mandarin and Indonesian
  • Ethnic Groups or Race:福清
  • Main Interest in CHF:
    Chinese Roots/Family history
  • Specialisation / Expertise:
    None

Posted 25 November 2007 - 01:21 PM

dialect jgn salah artikan dgn Bahasa daerah loh, dialect boleh di bilang sub bahasa gitulah, kl bahasa daerah mah udah satu bahasa tersendiri, kl dialek itu ruang lingkupnya lebih kecil dr yg namanya bahasa. so smua termasuk sub bahasa Chinese Language gituloh.

so yg beda ya emang dialek doank, kl org/etnis Han mah sama aja, mau dialek Hokkian kek, Hakka kek, Canton Kek, Tiociu kek, smuanya sama aja cm beda dialek doank kok.

ehm..
bukannya klo setahuku nih..
masing2 daerah (省) memiliki sukunya sendiri..
dan masing2 suku memiliki bahasa daerahnya sendiri..

jelas perbedaan bahasa ini bukan karena dialek..
karena dari asal bahasanya saja berbeda..

trus..
bangsa han atau 漢人 (han ren)..
digunakan sebagai sebutan umum yg awalnya populer saat dinasti han (漢朝)..
sama seperti sebutan tenglang/tangren yang berarti bangsa tang (唐人)..

jd sebenarnya han itu hanya salah satu etnis..
dan posisinya berbeda dengan suku maupun subsuku yg ada di provinsi lain semisal hokkian/fujian (福建) ataupun canton/guangdong (廣東)..

klo mengambil contoh beberapa suku di atas..
hokkian itu nama provinsi umum..
di dalamnya ada banyak suku..
hakka/kejia (客家) atau yang lebih akrab dipanggil sebagai "khe" itu juga berada di dalam wilayah hokkian..
lalu tiochiu/zhaochou (潮州) berlokasi di seputaran perbatasan antara kanton dan hokkian..

selebihnya contoh lainnya..
di dalam hokkian masih banyak suku yang lain..
ada hokcia, engchun, kimmoi, quannam, hinghua, pingtang..
mereka semua walaupun berada di lingkar provinsi yg sama tapi bahasa beda2 loh..
Posted Image

#20 Hendri Irawan Yu Yongde

Hendri Irawan Yu Yongde

    County Magistrate (Xianling 县令)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 7 posts
  • Gender:Male
  • Location:Jakarta

Posted 25 November 2007 - 11:36 PM

ehm..
bukannya klo setahuku nih..
masing2 daerah (省) memiliki sukunya sendiri..
dan masing2 suku memiliki bahasa daerahnya sendiri..

jelas perbedaan bahasa ini bukan karena dialek..
karena dari asal bahasanya saja berbeda..

trus..
bangsa han atau 漢人 (han ren)..
digunakan sebagai sebutan umum yg awalnya populer saat dinasti han (漢朝)..
sama seperti sebutan tenglang/tangren yang berarti bangsa tang (唐人)..

jd sebenarnya han itu hanya salah satu etnis..
dan posisinya berbeda dengan suku maupun subsuku yg ada di provinsi lain semisal hokkian/fujian (福建) ataupun canton/guangdong (廣東)..

klo mengambil contoh beberapa suku di atas..
hokkian itu nama provinsi umum..
di dalamnya ada banyak suku..
hakka/kejia (客家) atau yang lebih akrab dipanggil sebagai "khe" itu juga berada di dalam wilayah hokkian..
lalu tiochiu/zhaochou (潮州) berlokasi di seputaran perbatasan antara kanton dan hokkian..

selebihnya contoh lainnya..
di dalam hokkian masih banyak suku yang lain..
ada hokcia, engchun, kimmoi, quannam, hinghua, pingtang..
mereka semua walaupun berada di lingkar provinsi yg sama tapi bahasa beda2 loh..


Terminologi "Han" lebih mengacu kepada identitas kolektif budaya dan bukan etnobiologis. Secara biologis yang namanya "Han" itu sebenarnya sudah campur aduk. Kalau diteliti dari sejarahnya dari jaman dulu telah terjadi sinifikasi suku-suku non Hua Xia. Banyak keluarga kekaisaran yang malah setidaknya memiliki darah campuran. Li Shimin misalnya memiliki turunan Xianbei.

Kalau terminologi "Tangren" / tnglang / thongngien / thongyan lebih dikarenakan karena proses sinifikasi di daerah Fujian dan Guangdong terjadi secara menyeluruh pada jaman dinasti Tang. Karena itu kalo orang "hokkian" bilangnya tnglang (tenglang).

Hokkian/Fujian sendiri dibedakan menjadi kelompok dialek Minbei, Mindong, Minnan. Nah, hokkian di Indonesia itu mayoritas adalah kelompok Minnan. Lebih lanjut lagi hokkian di Indonesia adalah kelompok Minnan dengan dialek Quanzhou, Zhangzhou dan Xiamen. Hanya saja dialek Zhangzhou lebih umum di Indonesia.

#21 FengHuang

FengHuang

    Provincial Governor (Cishi 刺史)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 44 posts
  • Gender:Male
  • Location:Indonesia
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History

Posted 26 December 2007 - 08:53 AM

klo zhaochou yang umum di indonesia yg mana?


鳳凰
。。。

#22 gurubesar

gurubesar

    Provincial Governor (Cishi 刺史)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 48 posts
  • Gender:Male
  • Location:Toronto, Canada
  • Main Interest in CHF:
    Chinese Mythology
  • Specialisation / Expertise:
    none

Posted 26 December 2007 - 11:45 AM

The title indicates the real thing that is happening in Indonesia. The first article was talking about something in the past. Let's talk about the present.
Discrimination - eliminated ? I think not.
As a Chinese, do you still need to have your SBKRI shown if you want to make a passport ? My understanding is this law has been taken out by Gus Dur, but actual thing is not the same.
Acceptance in Government University
Yes, more Chinese are being accepted at government university.... but wait... what kind of faculty.. Can you study medical in government university easily ? There are still limit on how many Chinese can be accepted. I understand that there is only 2 to 3% of Chinese in Indonesia and therefore this limitation, but shouldn't the acceptance of student on university be based on merit and grading ??
Riot against Chinese
This is a regular things to happen. The last one happens about 10 days ago in Pontianak. Result, churches were burned down, Vihara was destroyed, cars and shops were burned down... by the Melayu. Who owns the damage property ? The Chinese... Okay, this is not a real discrimination, but somewhat similar in my opinion.
Special Coding on ID Card in Jakarta
Do you know there is a special coding for your ID card if you have the issued by the local government in Jakarta ? They do exist and still in power.

There are many more of these discrimination against Chinese that is still happening in Indonesia. The silly thing is that most Chinese in Indonesia believes that thing have changed. Please wake up, they have not changed, they just come out in different form. All these euphoria after 1998 will have a backlash to the Indonesian Chinese community in the near future.

#23 LYY

LYY

    Prime Minister (Situ/Chengxiang 司徒/丞相)

  • CHF Han Lin Scholar
  • 1,518 posts
  • Main Interest in CHF:
    Chinese Philosophy
  • Specialisation / Expertise:
    I-Ching (Yijing 易经)

Posted 26 December 2007 - 08:30 PM

There are many more of these discrimination against Chinese that is still happening in Indonesia. The silly thing is that most Chinese in Indonesia believes that thing have changed. Please wake up, they have not changed, they just come out in different form. All these euphoria after 1998 will have a backlash to the Indonesian Chinese community in the near future.


Is there any form of body that help Indonesian's Chinese to migrate and settle overseas?

Education and Awareness is the first step.

#24 李正龍

李正龍

    Grand Guardian (Taibao 太保)

  • Strategist (EP)
  • 262 posts
  • Gender:Male
  • Location:Samarinda
  • Languages spoken:English, (little) Mandarin and Indonesian
  • Ethnic Groups or Race:福清
  • Main Interest in CHF:
    Chinese Roots/Family history
  • Specialisation / Expertise:
    None

Posted 27 December 2007 - 08:23 AM

klo zhaochou yang umum di indonesia yg mana?

setahuku di kawasan Kalimantan Barat..
di Pontianak..
Posted Image

#25 Dragonball

Dragonball

    Provincial Governor (Cishi 刺史)

  • Xiucai Exam Candidate
  • 30 posts
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History
  • Specialisation / Expertise:
    anything

Posted 17 January 2008 - 04:13 PM

ehm..
bukannya klo setahuku nih..
masing2 daerah (省) memiliki sukunya sendiri..
dan masing2 suku memiliki bahasa daerahnya sendiri..

jelas perbedaan bahasa ini bukan karena dialek..
karena dari asal bahasanya saja berbeda..

trus..
bangsa han atau 漢人 (han ren)..
digunakan sebagai sebutan umum yg awalnya populer saat dinasti han (漢朝)..
sama seperti sebutan tenglang/tangren yang berarti bangsa tang (唐人)..

jd sebenarnya han itu hanya salah satu etnis..
dan posisinya berbeda dengan suku maupun subsuku yg ada di provinsi lain semisal hokkian/fujian (福建) ataupun canton/guangdong (廣東)..

klo mengambil contoh beberapa suku di atas..
hokkian itu nama provinsi umum..
di dalamnya ada banyak suku..
hakka/kejia (客家) atau yang lebih akrab dipanggil sebagai "khe" itu juga berada di dalam wilayah hokkian..
lalu tiochiu/zhaochou (潮州) berlokasi di seputaran perbatasan antara kanton dan hokkian..

selebihnya contoh lainnya..
di dalam hokkian masih banyak suku yang lain..
ada hokcia, engchun, kimmoi, quannam, hinghua, pingtang..
mereka semua walaupun berada di lingkar provinsi yg sama tapi bahasa beda2 loh..

coba bro baca2 dl thread2 laennya yg membahas tentang etnis han dan asal usulnya.

kl emang dialek itu di bilang suku, knp bukan di sebut mincu/suku saja kenapa mesti di golongan ke etnis Han?

istilah Etnis Han ini emang popular di saat dinasty Han, sebenarnya kl kita telusuri lebih jau ya yg lebih tepat sebenarnya org China itu di sebut Etnis Hua dimana kata Hua mengarah ke istilah Huaxia. Etnis Hua dlm istilah Mandarin disebut Huazu atau yg lebih populer sering di sebut huaren (kata Huazu/huaren ini emang lebih byk di pakai di luar China, Hongkong, Macau dan Taiwan), dan kl di China emang lebih sering di sebut Hanzu/Hanren atau etnis Han.

so yg anda sebutkan semua kayak kanton, tiociu, hokkian, hainan dan bahkan sub dialek laennya semua adalah cuma dialek doank, coba anda perhatiin intonasi dan nada bahasanya, semua ada kemiripan walau jg byk perbedaan. kenapa timbul begitu byk bahasa tersendiri ? ya karna China itu luas dan sejarahnya sudah lama, jd wajar akan timbul byk perbedaan antara satu daerah dgn yg laen.

Korea selatan dan korea utara yg br berpisah 50 taon saja sudah byk perbedaan bahasanya apalg China yg gitu byk penduduknya, yg gitu lama sejarahnya dan gitu luas wilayahnya tentu semua akan membawa perbedaan, dan hal itu wajar.

so gw rasa bro mesti baca2 dl artikel di wikipedia tentang etnis Han ini biar tau penggolongnnya gimana ? yg mana yg di sebut dialek, dan yg mana yg digolong kan sebagai sub dialek. Tak ada istilah Hokian, Canton, Shanghai, Tiociu itu digolongkan sebagai satu suku tersendiri.
semuanya sama, cm berbeda dlm dialek saja.

Edited by Dragonball, 17 January 2008 - 04:18 PM.


#26 sunflower1

sunflower1

    Grand Mentor (Taishi 太师)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 414 posts
  • Gender:Male
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History
  • Specialisation / Expertise:
    none

Posted 18 January 2008 - 12:02 AM

discrimination of chinese in indonesia? lagu lama tapi patut trus dikenang. saat ini yg penting untuk diperjuangkan orang china di indonesia adalah usut tuntas kasus MEI 1998 ! Because the victims are real. Udah 10 tahun men !

di Kalbar sendiri tgl 14 lalu udah dilantik Wagub yg tulen china hakka, asal Singkawang yaitu Christiandy Sanjaya. Mungkin ini awal yg sangat baik bagi orang china di indonesia untuk aktif di politik, salah satu cara agar orang china tidak lagi di bullied di nusantara.

mengenai isu reformasi birokrasi untuk menghapus diskriminasi, di Pontianak sendiri sudah mulai baik, artinya tidak ada lagi SBKRI tapi tak tahu lah di daerah lain. ya indonesia juga masih negara yg susah bukan cuma untuk diskriminasi keturunan china tapi juga diskriminasi agama, misalnya untuk membangun gedung ibadah musti ada rekomendasi dari Forum Komunikasi Umat Beragama, trus prakteknya di daerah yg islam dominan hal ini gampang dibentuk tapi di daerah yang kristen dominan dan seimbang kayak Kalbar, NTT,NTB,Sulawesi,Maluku, Irian, FKUB tidak muncul2, aneh.

maka dari itu salah satu yg bisa dilakukan orang china di indonesia adalah mendukung politisi2 yg berhaluan moderat dan bersatu menghadapi partai2 yg menggunakan isu agama untuk kepentingan mereka.

Edited by jullian_bei, 18 January 2008 - 07:50 AM.


#27 Hang Li Po

Hang Li Po

    State Undersecretary (Shangshu Lang 尚书郎)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 673 posts
  • Gender:Female
  • Location:Cheras, Kuala Lumpur (Malaysia)
  • Languages spoken:Bahasa Melayu, English
  • Ethnic Groups or Race:Malaysian
  • Main Interest in CHF:
    Asian History
  • Specialisation / Expertise:
    Malai Ren, Malai Yun, Mo-lo-yu, Molo-yoou, Mali-yu-eul, Ma-lo-yu, Mo Lou Yu, Mo Lo Yu, Mo Lou Y, Mo Lou Yuu, Ma Li Yi Er, Ma La Yu, Wu Lai Yu & Wu Lai Yu, Malaysian History, Islamic History, Chinese Muslim History, Japanese Muslim History

Posted 10 February 2008 - 08:56 PM

Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa


Film Laksamana Cheng Ho dan Misi Perdamaian “Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa”.



Dalam Blognya Bang Yusril mencantumkan gambar adegan syuting film admiral Zheng He yang dibintanginya, dalam uraiannya seperti yang ditampilkan dalam beberapa blog kawan blogger bang yusril, secara tersirat terungkap bahwa Film Laksamana Cheng Ho juga mengandung Misi Perdamaian yakni “Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa”.


“Sebagian Muslim Indonesia ada yang agak “benci” dengan etnis Cina di tanah air. Kebencian itu mungkin dipicu oleh politik kolonial Belanda yang membagi penduduk Hindia Belanda ke dalam tiga golongan, yakni Eropa, Timur Asing dan Inlander”.


Kelompok Timur Asing terbesar ialah etnis Cina. Mereka sengaja dijadikan sebagai kelompok “kelas menengah” yang mendapat dukungan untuk menguasai perdagangan. Oleh Belanda, etnis Cina dilarang tinggal di pemukiman Inlander. Untuk mereka disediakan lokasi khusus, yang kelak terkenal dengan sebutan Pecinan atau China Town.

Sebagian kebencian juga disebabkan adanya “pemihakan” oleh etnis Cina kepada Belanda, walau pernah juga etnis Cina memberontak di daerah Glodok, sehingga ribuan etnis Cina dibantai Belanda di abad 18.


Hal lain, juga disebabkan oleh keengganan peranakan Cina — akibat politik kolonial — berbaur dengan pribumi. Orang-orang Cina Muslim segenerasi dengan Cheng Ho, baik di Malaka maupun di Jawa dan Palembang, segera membaur dengan pribumi.Lama-kelamaan keberadaan mereka seolah lenyap ditelan sejarah karena telah menyatu dengan pribumi tadi.


Orang Cina Muslim, termasuk Cheng Ho, adalah penganut mazhab Hanafi. Namun lama-kelamaan karena berbaur, keturunan mereka juga mengikuti mazhab Syafii, yang dominan di Asia Tenggara. Tidak ada perbedaan prinsipil antara kedua mazhab hukum Islam itu.
Namun, “kebencian” pribumi Muslim dengan etnis Cina tidaklah merata. Di Bangka Belitung, mereka bersatu dan tidak pernah terjadi konflik. Orang Cina dalam jumlah besar, sudah ada di Bangka-Belitung sejak Dinasti Sung, kira-kira 200 tahun sebelum Cheng Ho (dari Dinasti Ming). Bahkan, berbagai keramik dari zaman Dinasti Tang (abad 6-9 M) sudah ditemukan di tanah maupun laut sekitar Belitung …



Sources : http://dunia.pelajar....or.id/?cat=179
TOO PHAT feat YASIN - ALHAMDULILLAH (ENGLISH VERSION)


#28 sunflower1

sunflower1

    Grand Mentor (Taishi 太师)

  • Entry Scholar (Xiucai)
  • 414 posts
  • Gender:Male
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History
  • Specialisation / Expertise:
    none

Posted 11 February 2008 - 09:04 AM

for your update.

this lunar year (2008) there will be no dragon parade on the street in Pontianak because of last december chinese vs malay insident. all the dragons and "barongsai" parade will be focus in singkawang instead.

and....

Why we need to tell that Cheng Ho is a moslem chinese to make pribumi not hate chinese ? Cheng Ho is already very known in Indonesia as chinese moslem, but it did not stop some etchnic to hate chinese. why ? maybe because most of chinese STILL not a moslem.

I really dont like to heard that we use a Cheng Ho movie to make the pribumi to not hate chinese. it will mean that if Chinese is a moslem then it will be more accepted to pribumi.

mengapa orang tionghoa perlu bilang kalau orang china juga ada yang islam untuk tidak dibenci ?

Edited by jullian_bei, 11 February 2008 - 09:05 AM.


#29 Dragonball

Dragonball

    Provincial Governor (Cishi 刺史)

  • Xiucai Exam Candidate
  • 30 posts
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History
  • Specialisation / Expertise:
    anything

Posted 13 February 2008 - 04:48 AM

for your update.

this lunar year (2008) there will be no dragon parade on the street in Pontianak because of last december chinese vs malay insident. all the dragons and "barongsai" parade will be focus in singkawang instead.

and....

Why we need to tell that Cheng Ho is a moslem chinese to make pribumi not hate chinese ? Cheng Ho is already very known in Indonesia as chinese moslem, but it did not stop some etchnic to hate chinese. why ? maybe because most of chinese STILL not a moslem.

I really dont like to heard that we use a Cheng Ho movie to make the pribumi to not hate chinese. it will mean that if Chinese is a moslem then it will be more accepted to pribumi.

mengapa orang tionghoa perlu bilang kalau orang china juga ada yang islam untuk tidak dibenci ?

bro, chengho itu bukan etnis han, tp dia etnis hui yaitu etnis minoritas di China.

Etnis Han yg di sebut Chinese ini di China ga ada yg meluk Islam. loe kan udah lama maen di china history forum ini, kok Chengho itu etnis Han atau bukan kok ga tau ?

gw aja dr dulu2 udah tau dia itu bukan Chinese kok. coba google di wiki biar jelas ya.

#30 Dragonball

Dragonball

    Provincial Governor (Cishi 刺史)

  • Xiucai Exam Candidate
  • 30 posts
  • Main Interest in CHF:
    Chinese History
  • Specialisation / Expertise:
    anything

Posted 13 February 2008 - 04:52 AM

Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa


Film Laksamana Cheng Ho dan Misi Perdamaian “Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa”.



Dalam Blognya Bang Yusril mencantumkan gambar adegan syuting film admiral Zheng He yang dibintanginya, dalam uraiannya seperti yang ditampilkan dalam beberapa blog kawan blogger bang yusril, secara tersirat terungkap bahwa Film Laksamana Cheng Ho juga mengandung Misi Perdamaian yakni “Memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tionghoa”.


“Sebagian Muslim Indonesia ada yang agak “benci” dengan etnis Cina di tanah air. Kebencian itu mungkin dipicu oleh politik kolonial Belanda yang membagi penduduk Hindia Belanda ke dalam tiga golongan, yakni Eropa, Timur Asing dan Inlander”.


Kelompok Timur Asing terbesar ialah etnis Cina. Mereka sengaja dijadikan sebagai kelompok “kelas menengah” yang mendapat dukungan untuk menguasai perdagangan. Oleh Belanda, etnis Cina dilarang tinggal di pemukiman Inlander. Untuk mereka disediakan lokasi khusus, yang kelak terkenal dengan sebutan Pecinan atau China Town.

Sebagian kebencian juga disebabkan adanya “pemihakan” oleh etnis Cina kepada Belanda, walau pernah juga etnis Cina memberontak di daerah Glodok, sehingga ribuan etnis Cina dibantai Belanda di abad 18.


Hal lain, juga disebabkan oleh keengganan peranakan Cina — akibat politik kolonial — berbaur dengan pribumi. Orang-orang Cina Muslim segenerasi dengan Cheng Ho, baik di Malaka maupun di Jawa dan Palembang, segera membaur dengan pribumi.Lama-kelamaan keberadaan mereka seolah lenyap ditelan sejarah karena telah menyatu dengan pribumi tadi.


Orang Cina Muslim, termasuk Cheng Ho, adalah penganut mazhab Hanafi. Namun lama-kelamaan karena berbaur, keturunan mereka juga mengikuti mazhab Syafii, yang dominan di Asia Tenggara. Tidak ada perbedaan prinsipil antara kedua mazhab hukum Islam itu.
Namun, “kebencian” pribumi Muslim dengan etnis Cina tidaklah merata. Di Bangka Belitung, mereka bersatu dan tidak pernah terjadi konflik. Orang Cina dalam jumlah besar, sudah ada di Bangka-Belitung sejak Dinasti Sung, kira-kira 200 tahun sebelum Cheng Ho (dari Dinasti Ming). Bahkan, berbagai keramik dari zaman Dinasti Tang (abad 6-9 M) sudah ditemukan di tanah maupun laut sekitar Belitung …



Sources : http://dunia.pelajar....or.id/?cat=179

you kalo mau nyebarkan agama jgn di sini.

disini bukan tempatnya buat loe. You know Cheng Ho is a Hui Ethnic, he is not chinese/Han.




1 user(s) are reading this topic

0 members, 1 guests, 0 anonymous users